SYARAT DAN KETENTUAN INTERNET BANKING BRIS

  1. Istilah
    1. Internet Banking BRIS adalah saluran distribusi Bank untuk mengakses rekening yang dimiliki Nasabah melalui jaringan internet dengan menggunakan perangkat lunak browser pada komputer.
    2. Nasabah adalah perorangan pemilik rekening Tabungan BRISyariah iB serta mempunyai Kartu ATM (Automatic Teller Machine) BRISyariah yang akan/telah terdaftar oleh Bank sebagai pengguna layanan Internet Banking BRIS.
    3. Nasabah Pengguna adalah Nasabah yang telah terdaftar sebagai pengguna layanan Internet Banking BRIS.
    4. Bank adalah PT Bank BRISyariah berkedudukan di Jakarta Pusat
    5. Kantor Cabang Bank/Kantor Cabang Pembantu Bank adalah semua Kantor Cabang Bank/Kantor Cabang Pembantu Bank di seluruh Indonesia, yang tidak terbatas pada Kantor Cabang Bank /Kantor Cabang Pembantu Bank asal (Pembuka Rekening Tabungan).
    6. User ID adalah identitas yang dimiliki oleh setiap Nasabah Pengguna yang harus dicantumkan/diinput dalam setiap penggunaan layanan Internet Banking BRIS. Penulisan user ID merupakan kombinasi huruf dan angka (alphanumeric) minimal 7 (tujuh) digit dan maksimal 12 (duabelas) digit dan bersifat non case sensitive.
    7. Password Internet Banking BRIS adalah nomor identifikasi pribadi yang bersifat rahasia dan hanya diketahui oleh Nasabah Pengguna serta harus dicantumkan/diinput oleh Nasabah Pengguna pada saat menggunakan layanan Internet Banking BRIS. Bersama-sama dengan User ID, Password digunakan untuk memastikan bahwa nasabah bersangkutan adalah nasabah yang berhak atas layanan Internet Banking BRIS. Penulisan password merupakan kombinasi huruf dan angka (alphanumeric) minimal 7 (tujuh) digit dan maksimal 12 (duabelas) digit dan bersifat case sensitive.
    8. PIN (Personal Identification Number) Registrasi Internet Banking BRIS adalah deretan nomor atau deretan angka sebanyak 6 (enam) digit yang juga merupakan PIN Kartu ATM BRIS dan digunakan untuk melakukan registrasi pertama kali di website https://ibank.brisyariah.co.id yang sifatnya rahasia dan tidak diperkenankan diberitahukan kepada pihak lain .
    9. e-Token BRIS adalah sistem pengaman berupa deretan angka atau nomor yang terdiri dari 6 (enam) digit angka / nomor yang merupakan otentikasi tambahan selain user ID dan Password Internet Banking BRIS dalam bentuk OTP (One Time Password) yang dikirimkan melalui SMS (Short Message Service) oleh Bank ke telepon seluler /handphone Nasabah Pengguna Internet Banking BRIS digunakan setiap kali nasabah pengguna melakukan transaksi Finansial.
    10. Nomor (kode) Aktivasi e-Token BRIS adalah kombinasi nomor sebanyak 6 (enam) digit yang dikirim oleh sistem registrasi Internet Banking BRIS melalui SMS ke Handphone Nasabah Pengguna setelah pengguna melakukan aktivasi finansial melalui Customer Services di kantor cabang Bank / kantor cabang pembantu Bank.
    11. Biaya Administrasi adalah biaya yang akan dibebankan oleh Bank kepada Nasabah Pengguna atas pemanfaatan fitur – fitur layanan finansial yang terdapat pada layanan Internet Banking BRIS .
  2. Syarat Pendaftaran Internet Banking BRIS
    1. Nasabah Pengguna yang hendak menggunakan layanan Internet Banking BRIS terlebih dahulu harus melakukan registrasi/pendaftaran.
    2. Registrasi layanan Internet Banking BRIS dilakukan melalui Kantor Cabang Bank/ Kantor Cabang Pembantu Bank/Kantor Kas Bank dan secara mandiri dengan login ke ibank.brisyariah.co.id.
    3. Nasabah memiliki HP dan Nomor HP dari operator yang telah kerjasama dengan Bank (Telkomsel, Indosat, XL, Flexi, Esia dan Fren).
    4. Pengaktifan layanan finansial dapat dilakukan melalui Kantor Cabang / Kantor Cabang Pembantu / Kantor Kas Bank terdekat.
    5. Nasabah harus memiliki alamat E-mail.
    6. Telah membaca dan memahami Syarat dan Ketentuan Internet Banking BRIS.
  • Ketentuan Penggunaan Layanan Internet Banking BRIS
    1. Nasabah Pengguna dapat menggunakan layanan Internet Banking BRIS untuk mendapatkan informasi dan atau melakukan transaksi Perbankan yang telah ditentukan oleh Bank.
    2. Untuk setiap pelaksanaan transaksi:
      1. Nasabah Pengguna wajib memastikan ketepatan dan kelengkapan perintah transaksi (termasuk memastikan bahwa semua data yang diperlukan untuk transaksi telah diisi secara lengkap dan benar). Bank tidak bertanggung jawab terhadap segala dampak apapun yang mungkin timbul yang diakibatkan kelalaian, ketidaklengkapan, ketidakjelasan, atau ketidaktepatan perintah/data dari Nasabah Pengguna.
      2. Nasabah Pengguna memiliki kesempatan untuk memeriksa kembali dan atau membatalkan data yang telah diisi pada saat konfirmasi yang dilakukan secara otomatis oleh sistem sebelum adanya tanda persetujuan dari Nasabah Pengguna.
      3. Apabila telah diyakini kebenaran dan kelengkapan data yang diisi, sebagai tanda persetujuan pelaksanaan transaksi maka Nasabah Pengguna wajib memasukkan PIN pada kolom yang telah disediakan pada halaman layanan transaksi Internet Banking BRIS.
    3. Segala transaksi yang telah diperintahkan kepada Bank dan disetujui oleh Nasabah Pengguna tidak dapat dibatalkan.
    4. Setiap perintah yang telah disetujui dari Nasabah Pengguna yang tersimpan pada pusat data Bank merupakan data yang benar yang diterima sebagai bukti perintah dari Nasabah Pengguna kepada Bank untuk melaksanakan transaksi yang dimaksud.
    5. Bank menerima dan menjalankan setiap perintah dari Nasabah Pengguna sebagai perintah yang sah berdasarkan penggunaan User ID dan PIN dan untuk itu Bank tidak mempunyai kewajiban untuk meneliti atau menyelidiki keaslian maupun keabsahan atau kewenangan pengguna User ID dan PIN atau menilai maupun membuktikan ketepatan maupun kelengkapan perintah dimaksud, dan oleh karena itu perintah tersebut sah mengikat Nasabah Pengguna dengan sebagaimana mestinya, kecuali Nasabah Pengguna dapat membuktikan sebaliknya.
    6. Bank berhak untuk tidak melaksanakan perintah dari Nasabah Pengguna, apabila:
      1. Saldo rekening Nasabah Pengguna di Bank tidak cukup.
      2. Bank mengetahui atau mempunyai alasan untuk menduga bahwa terdapat indikasi adanya tindak pidana penipuan atau aksi kejahatan lainnya yang telah atau akan dilakukan.
    7. Nasabah Pengguna menyetujui dan mengakui bahwa:
      1. Dengan dilaksanakannya transaksi melalui Internet Banking BRIS , semua perintah dan komunikasi dari Nasabah Pengguna yang diterima Bank akan diperlakukan sebagai alat bukti yang sah meskipun tidak dibuat dokumen tertulis dan atau dikeluarkan dokumen yang tidak ditandatangani.
      2. Bukti atas perintah dari Nasabah Pengguna kepada Bank dan segala bentuk komunikasi antara Bank dan Nasabah Pengguna yang dikirim secara elektronik yang tersimpan pada pusat data Bank dan atau tersimpan dalam bentuk penyimpanan informasi dan data lainnya di Bank, baik yang berupa dokumen tertulis, catatan, tape/cartridge, print out komputer dan atau salinan, merupakan alat bukti yang sah dan tidak akan dibantah keabsahan, kebenaran atau keasliannya.
    8. Atas pertimbangannya sendiri, Bank berhak untuk mengubah limit Transaksi sebagaimana dimaksud butir VI Syarat dan Ketentuan Internet Banking BRIS ini.
    9. Semua komunikasi melalui e-mail yang aman dan memenuhi standar , dianggap sah, otentik, asli dan benar serta memberikan efek yang sama sebagaimana bila hal tersebut dilakukan secara tertulis dan atau melalui dokumen tertulis.
    10. Bank tidak diwajibkan untuk melaksanakan setiap perintah baik yang ditandatangani maupun tidak atau menjawab pertanyaan apapun yang diterima melalui e-mail yang tidak aman. Nasabah Pengguna bertangung jawab sepenuhnya bila mengirimkan informasi rahasia melalui email yang tidak aman.
    11. Bank berhak menghentikan layanan Internet Banking BRIS untuk sementara waktu maupun untuk jangka waktu tertentu yang ditentukan oleh Bank untuk keperluan pembaharuan, pemeliharaan atau untuk tujuan lain dengan alasan apapun yang dianggap baik oleh Bank, dan untuk itu Bank tidak berkewajiban mempertanggungjawabkannya kepada siapapun termasuk kepada Nasabah Pengguna.
  • User ID dan Password Internet Banking BRIS
    1. User ID dan Password Internet Banking BRIS merupakan kode yang bersifat rahasia dan kewenangan penggunaannya ada pada Nasabah Pengguna. User ID bersifat tetap dan tidak dapat diubah kembali.
    2. Nasabah wajib mengamankan User ID dan Password Internet Banking BRIS dengan cara:
      1. Tidak memberitahukan User ID dan Password Internet Banking BRIS kepada orang lain.
      2. Tidak mencatatkan Password Internet Banking BRIS pada kertas atau menyimpannya secara tertulis atau sarana penyimpanan lainnya yang memungkinkan diketahui orang lain.
      3. Berhati-hati menggunakan User ID dan Password Internet Banking BRIS agar tidak terlihat orang lain.
      4. Sering mengganti Password Internet Banking BRIS secara berkala.
    3. Dalam hal Nasabah Pengguna mengetahui atau menduga User ID dan Password Internet Banking BRIS telah diketahui oleh orang lain yang tidak berwenang, maka Nasabah Pengguna wajib segera melakukan pengamanan dengan melakukan perubahan Password Internet Banking BRIS.
    4. Apabila karena suatu sebab Nasabah Pengguna tidak dapat melakukan perubahan Password Internet Banking BRIS maka Nasabah Pengguna wajib memberitahukan kepada Bank. Sebelum diterimanya pemberitahuan secara tertulis oleh pejabat Bank yang berwenang, maka segala perintah, transaksi dan komunikasi berdasarkan penggunaan User ID dan Password Internet Banking BRIS oleh pihak yang tidak berwenang sepenuhnya menjadi tanggung jawab Nasabah Pengguna.
    5. Penggunaan User ID dan Password Internet Banking BRIS mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan perintah tertulis yang ditandatangani oleh Nasabah Pengguna, sehingga karenanya Nasabah Pengguna dengan ini menyatakan bahwa penggunaan User ID dan Password Internet Banking BRIS dalam setiap perintah atas transaksi Internet Banking BRIS juga merupakan pemberian kuasa dari Nasabah Pengguna kepada Bank untuk melaksanakan transaksi termasuk namun tidak terbatas untuk melakukan pendebetan rekening Nasabah Pengguna baik dalam rangka pelaksanaan transaksi yang diperintahkan maupun untuk pembayaran biaya transaksi yang telah dan atau akan ditetapkan kemudian oleh Bank.
    6. Segala penyalahgunaan User ID dan Password Internet Banking BRIS merupakan tanggung jawab Nasabah Pengguna. Nasabah Pengguna dengan ini membebaskan Bank dari segala tuntutan yang mungkin timbul, baik dari pihak lain maupun Nasabah Pengguna sendiri sebagai akibat penyalahgunaan User ID dan Password Internet Banking BRIS .
  • KETENTUAN PENGGUNAAN e-Token BRIS
  • < ol>
  • Nasabah Pengguna dapat melakukan proses aktivasi e-Token BRIS, setelah Nasabah melakukan aktivasi finansial layanan Internet Banking BRIS di Kantor Cabang / Kantor Cabang Pembantu / Kantor Kas Bank terdekat.
  • e - Token BRIS digunakan Nasabah Pengguna pada saat melakukan transaksi finansial untuk mendapatkan PIN yang dinamis.
  • e-Token BRIS hanya digunakan oleh Nasabah Pengguna dan tidak dapat dipindahtangankan dengan cara apapun juga.
  • e-Token BRIS tidak dapat dipergunakan untuk tujuan-tujuan lain selain untuk transaksi-transaksi finansial yang telah ditentukan oleh Bank.
  • Kode yang dihasilkan oleh e-Token BRIS sifatnya unik, dan hanya berlaku untuk transaksi yang akan dijalankan. System secara automatis akan melakukan validasi data kode yang diinput untuk memastikan bahwa transaksi yang dilakukan adalah sah dan sesuai dengan standar security dari transaksi melalui Internet Banking BRIS.
  • Nasabah Pengguna wajib menghubungi call center Bank untuk blokir User ID apabila telepon selulernya hilang, kecurian, dipindahtangankan kepada pihak lain atau penyebab lainnya seperti Nasabah Pengguna tidak dapat menggunakan telepon selulernya karena rusak.
  • Bilamana terjadi penyalahgunaan e-Token BRIS oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab sebagai akibat dari kelalaian Nasabah Pengguna, maka Bank dibebaskan dari segala tuntutan/klaim/gugatan dari siapapun juga termasuk dari Nasabah Pengguna sendiri.
  • Sebelum diterimanya pemberitahuan secara tertulis oleh Pejabat bank yang berwenang, maka segala perintah, transaksi dan komunikasi berdasarkan penggunaan User-ID dan Password oleh pihak yang tidak berwenang sepenuhnya menjadi tanggung jawab Nasabah Pengguna.
  • Limit Transaksi
    1. Bank menetapkan limit transaksi finansial per hari yang dilakukan melalui layanan Internet Banking BRIS sebagai berikut : Fitur Nominal/ Hari Per Transaksi Transfer Internal BRISyariah Rp 100.000.000,- Sesuai dengan jumlah nominal per hari Transfer Online Antar Bank Rp 25.000.000,- Rp 10.000.000,- SKN (Sistem Kliring Nasional) Rp 50.000.000,- Sesuai dengan jumlah nominal per hari RTGS (Real Time Gross Settlement) Rp 100.000.000,- Sesuai dengan jumlah nominal per hari Pembelian Isi Ulang Pulsa Rp 1.000.000,- Sesuai dengan jumlah nominal per hari Pembayaran Tagihan Sesuai dengan jumlah tagihan
    2. Perubahan limit transaksi finansial per hari akan diberitahukan kepada Nasabah Pengguna dalam bentuk dan melalui sarana yang ditetapkan oleh Bank.
  • Biaya Layanan
    1. Semua biaya yang terhubung dengan pelaksanaan instruksi yang dilakukan melalui layanan Internet Banking BRIS sepenuhnya menjadi beban dan tanggung jawab Nasabah Pengguna dan untuk maksud tersebut Nasabah Pengguna dengan ini memberi kuasa kepada Bank untuk mendebet rekening Nasabah sesuai dengan jumlah biaya yang timbul pada saat itu. Jumlah dan pelaksanaan pembayaran biaya –biaya tersebut dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku pada Bank.
    2. Besarnya biaya yang dibebankan berikut perubahannya akan diberitahukan kepada Nasabah Pengguna dalam bentuk dan melalui sarana yang ditetapkan oleh Bank.
  • Penghentian Layanan Internet Banking BRIS
    1. Nasabah Pengguna mengajukan permohonan pengakhiran layanan Internet Banking BRIS dengan mengisi Formulir Layanan E-Banking yang disediakan oleh Bank melalui kantor Cabang / Kantor Cabang Pembantu / Kantor Kas Bank terdekat;
    2. Nasabah Pengguna menutup rekening pada Bank ;
    3. Diterimanya laporan tertulis dari Nasabah Pengguna mengenai dugaan atau diketahuinya Password Internet Banking BRIS oleh pihak lain ;
    4. Bank menemukan adanya penyalahgunaan rekening oleh Nasabah Pengguna dan/atau pelanggaran hukum ;
    5. Bank melaksanakan sesuatu kewajiban penghentian akses layanan Internet Banking BRIS karena keharusan berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku ;
    6. Bank mengalami gangguan sehingga menghentikan pemberian jasa layanan Internet Banking BRIS tersebut dengan menyampaikan pemberitahuan kepada Nasabah Pengguna baik secara lisan maupun tertulis;
    7. Untuk melakukan aktivasi kembali karena penghentian akses layanan Internet Banking BRIS, maka Nasabah Pengguna harus menghubungi Call BRIS atau melakukan pendaftaran ulang di Kantor Cabang/ Kantor Cabang Pembantu / Kantor Kas Bank terdekat.
  • Force Majeure
    1. Nasabah Pengguna membebaskan Bank dari segala tuntutan /klaim/gugatan apapun, dalam hal Bank tidak dapat melaksanakan perintah dari Nasabah Pengguna baik sebagian maupun seluruhnya karena kejadian-kejadian atau sebab-sebab di luar kekuasaan atau kemampuan Bank termasuk namun tidak terbatas pada segala gangguan virus komputer atau sistem Trojan Horses atau komponen membahayakan yang dapat mengganggu layanan Internet Banking BRIS , web browser atau komputer sistem Bank, Nasabah, atau Internet Service Provider, karena bencana alam, perang, huru-hara, keadaan peralatan, sistem atau transmisi yang tidak berfungsi, gangguan listrik, gangguan telekomunikasi, kebijakan pemerintah.
  • Lain-lain
    1. Bukti perintah Nasabah Pengguna melalui layanan Internet Banking BRIS adalah mutasi yang tercatat dalam Rekening Koran atau Buku Tabungan BRISyariah iB jika dicetak.
    2. Nasabah Pengguna dapat menghubungi Call BRIS 1500 789 atas setiap permasalahan yang berkaitan dengan transaksi dan perubahan akses layanan Internet Banking BRIS .
    3. Bank dapat mengubah syarat dan ketentuan ini setiap saat dengan pemberitahuan terlebih dahulu kepada Nasabah Pengguna dalam bentuk dan melalui sarana yang ditetapkan oleh Bank.
    4. Nasabah Pengguna tunduk pada ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan yang berlaku pada Bank serta syarat-syarat pembukaan rekening dan syarat rekening gabungan, termasuk setiap perubahan yang akan diberitahukan terlebih dahulu oleh Bank dalam bentuk dan sarana yang ditetapkan oleh Bank.
    5. Atas penggunaan layanan Internet Banking BRIS , setiap Nasabah Pengguna dibebani biaya administrasi yang akan didebet oleh Bank dari rekening Nasabah Pengguna yang ada pada Bank.
    6. Segala kuasa yang diberikan oleh Nasabah Pengguna kepada Bank dalam Syarat dan Ketentuan Internet Banking BRIS ini tidak akan berakhir karena sebab apapun termasuk tetapi tidak terbatas pada sebab-sebab berakhirnya kuasa sebagaimana dimaksud dalam pasal 1813 KUHP perdata, sampai terpenuhinya seluruh kewajiban Nasabah Pengguna kepada Bank.
    7. Nasabah menyatakan telah membaca , mengerti dan memahami Syarat dan Ketentuan Internet Banking BRIS ini dan mengikat diri untuk tunduk dan patuh melaksanakan seluruh Syarat dan Ketentuan tersebut di atas.